AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Agama dan Dien. Agama merupakan suatu tatanan yang mengatur hubungan manusia/seseorang dengan Tuhan. Suatu agama pada umumnya tidak hanya mengatur hubungan seseorang denganTuhan, akan tetapi juga mengatur hubungan manusia baik dengan dirinya sendiri maupun hubungan dengan orang lain.
Bagaimana seseorang harus makan dan makanan apa yang boleh dimakan, bagaimana seseorang harus berpakaian, bagaimana seseorang mencari nafkah merupakan contoh hubunga. seseorang dengan dirinya sendiri. Bagaimana seseorang mencari pasangan hidup, bagaimana seseorang bertetangga, bagaimana seseorang melaksanakan jual beli merupakan contoh hubungan seseorang dengan orang lain.
Setiap tindakan yang dilakukan seseorang dan tindakan itu diupayakan sesuai dengan perintah Tuhan, maka tindakan itu selanjutnya disebut dengan ibadah atau pengabdian kepada Tuhan. Makin sempurna sebuah agama, makin lengkap pula tatanan yang dibawanya.
Kata "agama" dalam Bahasa Indonesia hampir berpadanan dengan kata "dien" dalam Bahasa Arab. Kata dien dalam Bahasa Arab dapat bermakna tradisi, adat, hukum maupun aturan. Dengan demikiansemestinya suatu agama merupakan suatu aturan yang lengkap yang mengatur segala asoek kehidupan manusia. dengan kata lain semestinya tidak ada sekularisasi agama dalam kehidupan manusia. artinya agama haruslah mengatur segala aspek kehidupan manusia.
Klasifikasi Agama. Agama dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu agama budaya dan agama wahyu. Agama budaya adalah agama yang muncul sebagai hasil olah fikir manusia. Agama budaya pada umumnya tidak memiliki kaitan yang tegas dengan agama yang lain, bahkan mungkin sebagian besar ajarannya tidak berbeda jauh dengan budaya masyarakat di mana agama tersebut muncul. Namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa antara agama budaya yang satu memiliki kemiripan ajaran dengan agama budaya yang lain. Agama budaya biasanya selalu disempurnakan oleh pengikutnya agar agama tersebut tetap relevan dengan perkembangan budaya pengikutnya.
Agama wahyu adalah agama yang muncul dari wahyu Tuhan yang disampaikan kepada seseorang sebagai pembawa agama tersebut. Sebagai wahyu yang tidak bertolak dari budaya manusia, maka agama wahyu sering berbeda secara ekstrim dengan budaya masyarakatnya. Agama wahyu selalu memiliki kaitan yang tegas dengan agama wahyu sebelumnya, terutama menyangkut ajaran pokoknya. Agama wahyu memiliki sifat absolut, dalam arti pengikut agama wahyu bahkan pembawa agama wahyu (nabi/rasul) tidak berhak mengadakan perubahan atau pembaharuan atas ajaran agama tersebut sampai kapanpun. Perubahan atau pembaharuan hanya terjadi jika ada wahyu yang menyatakan adanya perubahan atau pembaharuan baik pada saat pembawa agama tersebut masih hidup ataupun melalui munculnya agama wahyu berikutnya.
Agama dalam perspektif Islam. Dalam Islam agama harus mengatur segala aspek kehidupan manusia. Mengingat Islam melalui kitab sucinya Al Qur'an telah mengklaim sebagai agama wahyu yang terakhir, maka Islam mengklaim bahwa dirinya mampu mengatur kehidupan manusia zaman saat kedatangannya maupun zaman sesudahnya tanpa terpengaruh perkembangan budaya manusia. Banyak fihak menyangsikan klaim kemampuan Islam untuk mengatur kehidupan sepanjang zaman, dengan alasan tidak ada satu agamapun yang sempurna. Namun demikian Islam sebagai agama wahyu tidak pernah merasa sangsi/ragu akan kemampuannya untuk mengemban manajemen kehidupan manusia sepanjang zaman.
Jika kita menengok ranah hukum/syariat yang dibawa oleh Islam, maka kita menjadi dapat memahami klaim Islam sebagai master manajemen kehidupan sepanjang zaman. Kemampuan Islam untuk mengatur kehidupan manusia sepanjang zaman itu muncul disebabkan Islam telah meletakkan perkembangan budaya dalam ranah hukum "mubah". Ranah hukum mubah adalah ranah hukum dimana suatu perbuatan boleh dikerjakan dan boleh pula tidak dikerjakan.
Islam yang mengklaim sebagai agama wahyu yang terakhir sudah barang tentu memiliki konsekuensi bahwa seluruh agama baik agama wahyu maupun agama budaya harus batal dan menjadikan Islam sebagai satu-satunya agama yang mengatur kehidupan manusia baik manusia tersebut menganut agama Islam maupun tidak menganut agama Islam. Selajutnya timbul pertanyaan. Bagaimana Islam mengatur seseorang yang tidak menganut agama Islam ? Islam secara eksplisit/terbuka menyatakan bahwa "tidak ada paksaan dalam agama". Artinya dalam masalah penyembahan terhadap Tuhan (ibadah) Islam masih memberi ruang terhadap penganut agama lain. akan tetapi menyangkut hukum yang sifatnya umum kemasyarakatan seluruhnya harus diatur oleh Islam. Hukum menutup aurat di ruang publik, hukum larangan minum khamr (miras narkoba dan sejenisnya), hukum potong tangan bagi pencuri merupakan salah beberapa contoh hukum publik yang harus di atur oleh Islam.
"Maret 2017 , Abu Jihan"
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- KEBUGARAN JASMANI
- TERNYATA, MATEMATIKA ITU TAK MENAKUTKAN
- Belajar Sejarah itu menumbuhkan cinta, cinta peserta didik terhadap tanah air
- Belajar Sejarah itu menumbuhkan cinta, cinta peserta didik terhadap tanah air
- Kiat Sukses Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK 2019
Kembali ke Atas






